INISIASI 1
TUGAS TUTORIAL ONLINE KE 1
Saudara Mahasiswa, pada pertemuan ini kita akan mendiskusikan materi tentang pendekatan pembelajaran di SD. Untuk kelancaran mempelajari materi ini, sebaiknya Anda telah menguasai materi yang ada pada modul Kapita Selekta Pembelajaran di SD Bab 1. Jika Anda pelajari dengan seksama modul tersebut, Anda memperoleh informasi tentang berbagai pendekatan atau model-model pembelajaran di SD. Pendekatan tersebut meliputi: pendekatan proses, pendekatan ITM, pendekatan terpadu, pendekatan pembelajaran melalui permaian.
Di samping itu, mungkin Anda perlu mempelajari sumber lain jika dalam modul itu tidak dapat ditemukan konsep-konsep yang berkaitan dengan pendekatan pembelajaran tersebut.
Tugas yang harus Anda lakukan sekarang adalah mengerjakan soal-soal berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan:
a. Pendekatan pendekatan pembelajaran proses?
b. Pendekatan pendekatan pembelajaran ITM?
c. Pendekatan pendekatan pembelajaran terpadu?
d. Pendekatan pendekatan pembelajaran melalui permainan edukatif?
2. Mengapa diperlukan pendekatan-pendekatan pembelajaran:
a. Pendekatan pendekatan pembelajaran proses?
b. Pendekatan pendekatan pembelajaran ITM?
c. Pendekatan pendekatan pembelajaran terpadu?
d. Pendekatan pendekatan pembelajaran melalui permainan edukatif?
3. Untuk dapat melaksanakan berbagai pendekatan pembelajaran, diperlukan berbagai keterampilan pendukung. Tuliskan keterampilan-keterampilan pendukung untuk dapat melaksanakan pendekatan pembelajaran berikut ini.
a. Pendekatan pendekatan pembelajaran proses.
b. Pendekatan pendekatan pembelajaran ITM.
c. Pendekatan pendekatan pembelajaran terpadu.
d. Pendekatan pendekatan pembelajaran melalui permainan edukatif.
Saudara Mahasiswa, semua soal di atas merupakan beban tugas online yang pertama. Oleh karena itu, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh agar Anda mempunyai nilai yang dapat dikonstribusikan ke nilai akhir. Untuk menyelesaikan tugas ini, Anda diberi waktu selama dua minggu, terhitung dari saat dikirimnya tugas ini.
INISIASI 2
Saudara, seperti yang telah kami informasikan pada kegiatan tutorial yang lalu bahwa pada bab 1 dan 2 isinya membahas pokok-pokok bahasan tentang teori belajar, pendekatan dan model pembelajaran di sekolah dasar.
Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai materi-materi tersebut, coba Anda kerjakan dan diskusikan beberapa problema berikut.
1. Coba Anda jelaskan teori belajar menurut pandangan behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanisme ?
2. Jelaskan teori konektivisme dari Thorndike ?
3. Jelaskan pengaruh konstruktivisme dalam proses pembelajaran ?
4. Jelaskan bagaimana belajar dapat terbentuk pada siswa yang mempunyai kebutuhan berbeda ?
5. Bagaimana menurut anda tentang pemberian latihan soal-soal matematika di sekolah dasar ?
6. Coba jelaskan pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan Bahasa Indonesia di sekolah dasar ?
7. Apa yang dimaksud dengan discovery- inquiry learning ? Ketrampilan proses apa yang dapat diharapkan melalui kedua metode tersebut dalam pembelajaran IPA ?
8. Jelaskan penggunaan metode inquiry dalam pembelajaran IPS di SD ?
9. Dalam memberikan pembelajaran menggambar di SD pendekatan apa yang akan anda berikan ?
10. Apakah metode inquiry dapat diberikan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar? Jelaskan bagaimana caranya ?
Selanjutnya, dalam modul 3 ini isinya membahas tentang pembelajaran melalui permainan edukatif. Masing-masing materi tersebut terdapat dalam kegiatan belajar yang berbeda. Permainan edukatif pada Permainan edukatif untuk matapelajaran matematika pada Bacaan 1, untuk matapelajaran Bahasa Indonesia pada Bacaan 4, untuk matapelajaran IPS pada Bacaan 7 dan 8, untuk matapelajaran seni pada Bacaan 9 dan matapelajaran Penjas pada Bacaan 10.. Silakan Anda pahami materi-materi tersebut dengan cara mengerjakan soal-soal berikut.
1. Jelaskan manfaat bermain bagi anak-anak SD?
2. Apa yang harus disiapkan guru dalam menggunakan pendekatan permainan ?
3. Bagaimana cara memilih permainan yang mampu mengembangkan krativitas?
4. Kembangkan contoh pembelajaran dengan pendekatan permainan untuk mengajarkan salah satu konsep matematika di SD ?
5. Bagaimana cara mengevaluasi penggunaan pendekatam permainan ?
INISIASI 3
Mahasiswa yang terkasih, selamat bertemu kembali pada tutorial on line yang ke 3. Semoga pada pertemuan tutorial on line ini, kita semua dalam keadaan sehat dan bersemangat. Saya yakin anda telah siap dengan materi yang hendak kita diskusikan kali ini. Tema tutorial on line kali ini adalah Merancang Pembelajaran melalui permainan Edukatif di SD. Setelah diskusi ini, diharapkan anda mampu merancang pembelajaran melalui permainan edukatif di SD. Untuk kelancaran diskusi ini, saya harap anda telah memahami konsep pembelajaran melalui permainan edukatif yang telah anda pelajari sebelumnya.
Pembelajaran melalui permainan edukatif pada dasarnya dimaksudkan untuk membawa siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan. Banyak hal yang bisa diperoleh siswa dengan pembelajaran melalui permainan edukatif ini. Bermain bagi anak selain merupakan alat belajar juga merupakan kebutuhan hidup seperti bergerak, berlari dan berpikir. Anda dapat mempelajari materi ini lebih dalam pada Bacaan 10 sampai dengan 14. Selanjutnya buatlah rancangan pembelajaran melalui permainan edukatif. Agar dalam membuat rancangan ini dapat berjalan dengan baik, ikutilah tahap-tahap pengerjaan tugas berikut ini.
1. Pilih satu topik dalam salah satu mata pelajaran di sekolah dasar.
2. Rumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran.
3. Tentukan permainan edukatif yang akan digunakan dalam pembelajaran topik tersebut.
4. Jelaskan mengapa permainan edukatif tersebut yang dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik topik dan siswanya.
5. Buatlah skenario pelaksanaan pembelajaran melalui permainan edukatif yang telah ditetapkan.
Selamat mengerjakan. Jika ada materi atau hal lain sehubungan dengan tugas ini yang ingin anda tanyakan, anda bisa menggunakan sarana ini untuk menyampaikan permasalahan anda tersebut. Kerjakanlah tugas ini dengan sungguh-sungguh agar anda mendapat pengalaman belajar yang maksimal dan mempunyai nilai baik yang dapat dikontribusikan pada nilai akhir.
INISIASI 3
Mahasiswa yang terkasih, selamat bertemu kembali pada tutorial on line yang ke 3. Semoga pada pertemuan tutorial on line ini, kita semua dalam keadaan sehat dan bersemangat. Saya yakin anda telah siap dengan materi yang hendak kita diskusikan kali ini. Tema tutorial on line kali ini adalah Merancang Pembelajaran melalui permainan Edukatif di SD. Setelah diskusi ini, diharapkan anda mampu merancang pembelajaran melalui permainan edukatif di SD. Untuk kelancaran diskusi ini, saya harap anda telah memahami konsep pembelajaran melalui permainan edukatif yang telah anda pelajari sebelumnya.
Pembelajaran melalui permainan edukatif pada dasarnya dimaksudkan untuk membawa siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan. Banyak hal yang bisa diperoleh siswa dengan pembelajaran melalui permainan edukatif ini. Bermain bagi anak selain merupakan alat belajar juga merupakan kebutuhan hidup seperti bergerak, berlari dan berpikir. Anda dapat mempelajari materi ini lebih dalam pada Bacaan 10 sampai dengan 14. Selanjutnya buatlah rancangan pembelajaran melalui permainan edukatif. Agar dalam membuat rancangan ini dapat berjalan dengan baik, ikutilah tahap-tahap pengerjaan tugas berikut ini.
1. Pilih satu topik dalam salah satu mata pelajaran di sekolah dasar.
2. Rumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran.
3. Tentukan permainan edukatif yang akan digunakan dalam pembelajaran topik tersebut.
4. Jelaskan mengapa permainan edukatif tersebut yang dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik topik dan siswanya.
5. Buatlah skenario pelaksanaan pembelajaran melalui permainan edukatif yang telah ditetapkan.
Selamat mengerjakan. Jika ada materi atau hal lain sehubungan dengan tugas ini yang ingin anda tanyakan, anda bisa menggunakan sarana ini untuk menyampaikan permasalahan anda tersebut. Kerjakanlah tugas ini dengan sungguh-sungguh agar anda mendapat pengalaman belajar yang maksimal dan mempunyai nilai baik yang dapat dikontribusikan pada nilai akhir.
INISIASI 4
Saudara Mahasiswa, pada pertemuan kali ini kita akan mendiskusikan materi tentang bagaimana merancang pembelajaran melalui pengalaman langsung/eksplorasi di lingkungan sekitar. Melalui materi ini Saudara akan dibekali prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan STM, sehingga akan membantu Saudara dalam mengembangkan program pembelajaran yang dibutuhkan siswa. STM merupakan merupakan pendekatan yang mengkaitkan antara Sains dan Teknologi dengan permasalahan yang muncul di masyarakat/lingkungan sekitar atau di lingkungan anak. Tahapan pendekatan pembelajaran dengan pendekatan STM adalah: 1) tahap invitasi, 2) tahap eksplorasi, 3) tahap solusi, 4) tahap aplikasi. Merujuk dari materi yang telah Saudara pelajari di atas maka untuk memperdalam pemahaman Saudara, selanjutnya jawablah pertanyaan dibawah ini.
1. Jelaskan karakteristik pembelajaran melalui pendekatan STM
2. Apa yang harus dilakukan guru dalam menggunakan pendekatan STM
3. Bagaimana cara mendapatkan masalah atau topic yang tepat bagi siswa Sekolah Dasar untuk pembelajaran dengan pendekatan STM
4. Berikan contoh pembelajaran dengan pendekatan STM
5. Berikan contoh evaluasi pembelajaran dengan pendekatan STM
6. Jawaban di serahkan melalui Email. Jarot@.UMM.ac.id
7. Tugas diserahkan paling lambat 2 (dua) minggu setelah tugas ini di sampaikan
Untuk mendalami pemahaman saudara mengenai materi di atas, silakan saudara membaca pada Buku Bacaan 15, 16, 17, 18, 19, 20 Panduan Kapita Selekta Pedmbelajaran Di sekolah Dasar.
Inisiasi 5
Saudara Mahasiswa, apa kabar ? pada pertemuan kali ini kita akan bersama-sama untuk mempelajari topik ”Merancang pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran terpadu”. Setelah mempelajari topik ini Anda diharapkan memiliki kemampuan Merancang Pembelajaran Terpadu untuk kegiatan pembelajaran di SD. Untuk memiliki kemampuan tersebut, unsur-unsur yang akan didiskusikan dalam merancang pembelajaran terpadu tersebut meliuputi: menetapkan tema sentral, merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran, mengidentifikasi konsep-konsep yang memiliki sifat keterkaitan baik yang terdapat dalam intra maupun antar mata pelajaran yang akan diintegrasikan, merumuskan skenario pembelajaran yang akan dilakukan, dan menetapkan alat evaluasi yang akan dilakukan.
Saudara Mahasiswa, yang dimaksud dengan merancang pembelajaran terpadu pada dasarnya adalah bagaimana membuat rencana atau niat secara tertulis sebagai pedoman operasional yang akan menjadi pedoman bagi guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran terpadu. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat rencana pembelajaran terpadu tersebut: pertama menetapkan tema pembelajaran yang akan berfungsi sebagai alat pengait pembelajaran, kedua merumuskan kompetensi yang harus dicapai siswa, ketiga menetapkan konsep atau prinsip dari setiap mata pelajaran yang memiliki keterkaitan untuk diintegrasikan baik secara intra maupun antar mata pelajaran, keempat merumuskan skenario atau kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, dan kelima merumuskan alat evaluasi yang akan digunakan.
Sebelum membuat rancangan pembelajaran dengan pendekatan terpadu ada baiknya saudara untuk dapat menelaah kembali tentang :
1. Perbedaaan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran terpadu
2. Karakteristik Pembelajaran terpadu
3. Macam model pembelajaran terpadu
4. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran terpadu
5. Penilaian dalam pembelajaran terpadu
Untuk dapat memahami materi diatas saudara dapat mempelajarai modul Bab IV tentang PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN TERPADU.
Saudara mahasiswa, tugas saudara saat ini adalah membuat skenario/rancangan pembelajaran terpadu dengan (1) model antar matapelajaran minimal mengkaitkan 3 mata pelajaran (2) Kelas sesuai dengan saudara mengajar.
Jawaban TO Dikirim Ke emailnya Pak. Mudiyano
Minggu, 23 November 2008
INISIASI KAPITA SELECTA 1-5
INISIASI PEND.MULTIKULTURAL 3,4,5
Inisiasi 3
Pendidikan Multikultural
Saudara mahasiswa, pada pertemuan kali ini kita akan mendiskusikan materi tentang karakteristik Pendidikan Multikultural di berbagai negara. Untuk kelancaran mempelajari materi ini, sebaiknya Anda telah menguasai materi-materi yang ada pada modul 2.
Pada modul ke 3 ini, anda akan diajak untuk :
1. membandingkan karakteristik Pendidikan Multikultural di berbagai negara. Dengan mempelajari berbagai karakteristik Pendidikan Multikultural tersebut kita akan mengetahui bahwa setiap negera memiliki keunikan yang mendasari kemunculan Pendidikan Multikultural.
2. mengkaji karakteristik alamiah yang terdapat pada halaman 3-24 dan 3-25 dan mengkaji karakteristik budaya Indonesia yang bersifat multikultur. Dengan mempelajari karakteristik alamiah dan budaya Indonesia tersebut kita memahami keunikan yang dimiliki oleh Indonesia sebagai dasar pengembangan Pendidikan Multikultural yang unik pula.
3. mengkaji berbagai wawasan multikultural yang bersifat lokal, nasional dan universal.
Nah setelah Anda kaji lebih dalam materi pada halaman yang sudah disebutkan di atas, kerjakanlah soal-soal berikut:
1. Carilah karakteritik budaya negara Amerika, Inggris, Kanada, Australia dan Asia. Buatlah apa persamaan dan perbedaan karakteristik budaya negara Amerika, Inggris, Kanada, Australia dan Asia.
2. Buatlah perbandingan pola budaya antara berbagai budaya daerah. Misalnya Jawa, Cina, Bali, Dayak, Irian, Minang, Banjar, Aceh, Papua, Bugis dan sebagainya). Pola budaya itu bisa Anda buat seperti pada halaman 3-15. Sedangkan norma yang akan anda kaji, bisa anda diskusikan dengan karakteristik budaya di tempat anda masing-masing (pandangan hidup, cara berpakaian, falsafah pembuatan rumah adat, nilai yang terdapat pada tarian daerah, dan sebagainya).
3. Carilah masing-masing tiga contoh tradisi yang berlatar belakang wawasan budaya lokal, nasional dan universal yang berada di lingkungan Anda.
Saudara, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh agar Anda mempunyai nilai yang dapat dikontribusikan ke nilai akhir. Selamat belajar dan sukses selalu.
Inisiasi 4
Pendidikan Multikultural
Saudara mahasiswa, setelah mempelajari berbagai karakteristik Pendidikan Multikultural di berbagai negara dan membandingkan karakteristik budaya lokal seperti dibahas pada unit 3, pada pertemuan kali ini kita akan mendiskusikan materi tentang problema Pendidikan Multikultural di Indonesia dan mengkaji prinsip pengembangan Pendidikan Multikultural di Indonesia.
Untuk kelancaran mempelajari materi ini, sebaiknya Anda telah menguasai materi-materi yang ada pada unit 3. Pada unit ke 4 dan 5 ini, anda akan diajak untuk :
1. membahas berbagai problema kemasyarakatan Pendidikan Multikultural di Indonesia.
2. mengkaji problema penyakit budaya berbentuk prasangka, stereotipe, etnosentrisme, rasisme, diskriminasi dan scape goating.
3. mengkaji problema pembelajaran Pendidikan Multikultural.
4. mengkaji prinsip pengembangan Pendidikan Multikultural di Indonesia.
Nah setelah Anda kaji lebih dalam materi ini, kerjakanlah soal-soal berikut:
1. daerah anda tentu memiliki keunikan yang tidak bisa ditemui di daerah lain. Carilah dan identifikasilah berbagai problema kemasyarakatan yang khusus ada di daerah Anda.
2. analisalah berbagai kejadian yang berlatar belakang problema penyakit budaya berbentuk prasangka, stereotipe, etnosentrisme, rasisme, diskriminasi dan scape goating. Lebih baik, bila kejadian itu adalah kejadian di daerah Anda sendiri. Atau berbagai kejadian nasional yang menyita perhatian publik. Hasilnya berupa tabel seperti di bawah ini.
Kejadian di masyarakat yang menyita perhatian publik
Problema penyakit budaya yang melatar belakangi kejadian
Peristiwa Sampit
Etnosentrisme karena menyangkut persoalan etnis Dayak dan Madura yang menetapkan norma budayanya sendiri terhadap kelompok lain.
Diskriminasi karena ada pembedaan di bidang ekonomi yang ada di daerah itu. Scape goating karena adanya saling menyalahkan kelompok lain.
-------
-----------
Inisiasi Pendidikan Multikultural 1
3. analisalah masalah-masalah yang temui ketika Anda akan menggunakan berbagai budaya yang ada di daerah anda itu dalam mata pelajaran dan alternatif apa yang dapat diambi; dalam mengatasi masalah tersebut. Mungkin, dari segi waktu, kemampuan guru dalam mengenal budayanya sendiri, kesesuaian dengan mata pelajaran dan sebagainya.
Penggunaan Angklung untuk mengajarkan nada dasar pada pelajaran seni suara (contoh)
Faktor-faktor yang dipertimbangkan
Masalah dalam menggunakan berbagai budaya dalam pembelajaran
Alternatif pemecahan
Waktu
Membutuhkan waktu yang namyak
Digunakan 1 kali
Kemampuan guru
Tidak semua guru memiliki kemampuan
Guru yang memiliki kemampuan mengajari teman yang belum bisa
Kesesuaian dengan mata pelajaran
------------
--------------
-----------
------------
--------------
-----------
------------
Penggunaan Sempoa untuk mengajarkan penambahan, pengurangan dan perkalian pada mata pelajaran matematika (contoh)
Faktor-faktor yang dipertimbangkan
Masalah dalam menggunakan berbagai budaya dalam pembelajaran
Alternatif pemecahan
------
-------
--------
------
-------
--------
2 Inisiasi Pendidikan Multikultural
4. diskusikan dan laporkan bentuk-bentuk budaya daerah Anda yang dapat dimasukkan dalam pengembangan Pendidikan Multikultural seperti yang dibahas pada halaman 5 – 15 sampai 5 – 17.
Tahapan Pengembangan Pendidikan Multikultural
Bentuk Pengembangan
Penambahan materi multikultural
Memasukkan permainan .... pada .... (contoh)
Mata pelajaran yang berdiri sendiri
Pelajaran tari atau kesenian lain (contoh) yang berdiri sendiri
Program dan praktek di SD
.......
Reformasi sekolah secara total
.......
Gerakan persamaan
.......
Proses pembudayaan
.......
Saudara, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh agar Anda mempunyai nilai yang dapat dikontribusikan ke nilai akhir. Selamat belajar dan sukses selalu.
Selamat mengerjakan !
Inisiasi 5
Pendidikan Multikultural
Saudara mahasiswa, setelah mempelajari berbagai problematika kemasyarakatan, problema penyakit budaya dan problema pembelajaran Pendidikan Multikultural pada unit 4, pada pertemuan kali ini kita akan mendiskusikan materi tentang peranan sekolah dasar sebagai lembaga pengembangan Pendidikan Multikultural dan pembelajaran berbasis budaya. Untuk kelancaran mempelajari materi ini, sebaiknya Anda telah menguasai materi-materi yang ada pada unit 4 -5. Pada unit ke 6 dan 7 ini, anda akan diajak untuk :
1. membahas peranan sekolah dasar sebagai lembaga pengembangan Pendidikan Multikultural.
2. merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berbasis budaya. mengkaji problema pembelajaran Pendidikan Multikultural.
Nah setelah Anda kaji lebih dalam materi ini, kerjakanlah soal-soal berikut:
1. analisalah apa bentuk pewarisan budaya yang dapat dikembangkan di sekolah dasar untuk ikut membantu melestarikan budaya daerah dan analisalah nilai-nilai yang dapat dikembangkan melalui berbagai budaya daerah itu. Misalnya: tradisi “Maelo Pukak” (menarik pukat) untuk mengembangkan nilai gotong royong dan kekompakan. Petunjuk: Untuk tugas ini anda mencari berbagai budaya yang ada di daerah anda yang dapat dilakukan di SD seperti permainan anak-anak, alat musik tradisional daerah anda.
2. analisalah apa bentuk pengembangan yang dapat dilakukan di sekolah dasar untuk ikut membantu mengembangkan potensi daerah anda lewat program-program yang dapat dilaksanakan di sekolah dasar. Misalnya, (1) “pembentukan paguyuban orang tua siswa” yang memanfaatkan kebiasaan dan tradisi daerah yang ikut serta membantu menghias ruangan kelas, menanami kebun di sekolah, mengajari ketrampilan tertentu yang dimiliki orang tua siswa. (2) mendirikan perkumpulan seni budaya daerah (3) lomba berbagai tradisi daerah yang dapat dijadikan agenda daerah. Misal “Maelo Pukak” (menarik pukat) untuk daerah pesisir pandai di Padang. Lomba memahat kayu.
3. identifikasilah permainan rakyat, cerita rakyat dan alat tradisional yang ada di daerah Anda. Buatlah RPP dengan model pembelajaran berbasis budaya melalui permainan daerah, cerita rakyat atau penggunaan alat-alat tradisional sesuai dengan mata mata pelajaran yang memungkinkan dilaksanakannya model pembelajaran berbasis budaya.
4. Cobalah melaksanakan RPP yang menggunakan pembelajaran berbasis budaya. Analisalah kelebihan dan kelemahan pembelajaran berbasis budaya. Misalnya, apa kelebihan dan kekurangan pemanfaatan angklung untuk pembelajaran menyanyi, apa kelebihan dan kekurangan permainan kasti pada pelajaran olah raga.
Selamat mencoba dan sukses selalu.
Jawaban TO Dikirim Ke Email ridhosar@gmail.com, paling lambat tanggal 10 Desember 2008.
Jumat, 31 Oktober 2008
Inisiasi 2 Pendidikan Multikultural
Saudara, seperti yang telah kami informasikan pada kegiatan tutorial yang lalu bahwa pada unit 1 isinya membahas tentang hakikat kebudayaan dan hakikat Pendidikan Multikultural. Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai materi-materi tersebut, coba Anda diskusikan problema berikut.
1. Untuk membentuk negara dan bangsa Indonesia yang kokoh perlu mengembangkan jenis pendidikan yang cocok untuk bangsa Indonesia yang multikultural, yaitu Pendidikan Multikultural.
2. Kemukakan pendapat Saudara, apa tujuan terpenting dimunculkannya Pendidikan Multikultural.
Selanjutnya, dalam unit 2 ini isinya membahas tentang teori-teori Pendidikan Multikultural dan Pendekatan terhadap Pendidikan Multikultural. Nah, sekarang cobalah Anda kerjakan tugas di bawah ini.
1. Mengapa kita perlu mempelajari pendapat para ahli tentang teori Pendidikan Multikultural itu sebagaimana diuraikan pada halaman 2-3 sampai 2.8. Cobalah membandingkan pendapat para ahli Barat itu dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara atau pemikiran pakar pendidikan yang Anda kenal.
2. Mengapa kita perlu mempelajari berbagai pendekatan yang telah terjadi dan sedang terjadi pada Pendidikan Multikultural di Amerika Serikat, sebagai negara asal Pendidikan Multikultural? Mengapa kita tidak langsung saja mempelajari berbagai budaya bangsa Indonesia yang ada?
Selamat mengerjakan. Jika Anda mengalami hambatan gunakan fasilitas ini sebagai sarana untuk bertanya.
{Selvy}
Inisiasi 1-5 ABK
Inisiasi 1
TUGAS A
Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus Pelajari bab I materi yang ada tentang Anak Berkebutuhan Khusus, bagaimana Anda dapat memahami tentang ABK secara mendalam, Untuk lebih memahami tugas ini maka kerjakan tugas-tugas berikut :
1. Coba anda buat rumusan pengertian anak berkebutuhan khusus.
2. Buatlah perbandingan antara anak cacat dengan anak berkebutuhan khusus.
Untuk memahami konsep dan makna layanan secara komprehensif, baik secara umum maupun secara khusus, maka beberapa ilustrasi berikut ini dapat saudara perhatikan dengan seksama.
Ilustrasi 1 Bagus adalah seorang mahasiswa yang sering mengeluh terhadap tenaga administrasi di kampusnya yang sering terlambat dalam memberikan layanan. Seharusnya sebagai tenaga yang profesional dapat memberikan layanan yang memuaskan, agar aktivitas studinya tidak terhambat.
Ilustrasi 2 Sebagai seorang pelayan supermarket, Rina senantiasa menyapa dan melayani kebutuhan para pengunjung yang datang dengan ramah, agar dengan begitu pengunjung dapat berbelanja dengan nyaman dan tenang. Aktivitas yang demikian memang sudah menjadi kewajiban bagi seorang pelayan yang baik, yang dapat memuaskan para pengunjung dan meningkatkan citra perusahaan.
Ilustrasi 3 Suatu hari, seorang ibu beserta seorang anak datang ke sebuah biro konsultasi pendidikan yang mengeluhkan kondisi anaknya yang mengalami kelambanan dalam berbicara, padahal anak sudah berusia 5 tahun dan mengharapkan adanya layanan yang dapat mengatasi masalah anak tersebut. Seorang tenaga membantu memberikan layanan untuk membina kemampuan berbicara, sampai perkembangan berbicara dan berbahasa anak menjadi baik. Pada akhirnya orangtua merasa puas mendapat layanan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah anaknya. Dari ketiga ilustrasi yang ditampilkan tersebut, dapat saudara cermati bahwa konsep layanan memiliki arti yang sama meskipun dalam konteks kegiatan yang berbeda, yaitu suatu jasa yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Rambu-rambu Jawaban untuk mengerjakan tugas di atas maka anda perlu:
1. Studi kepustakaan di perpustakaan, dan melakukan diskusi dengan teman-teman anda.
2. Anda datang ke sekolah dan amati siswa yang mengalami kecacatan tetapi tidak mengalami hambatan dalam sosialisasi dan anak yang memang memerlukan layanan khusus.
3. Berkunjunglah ke sekolah dan coba anda menelaah prestasi belajar seorang siswa dengan membandingkan inter dan intra-individualnya.
Kerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan Jujur !!!
1. Jelaskan beberapa landasan hukum yang mendasari perlunya pemenuhan hak-hak untuk anak berkebutuhan khusus!
2. Berikanlah contoh hak-hak yang harus diberikan untuk anak berkebutuhan khusus, dan bagaimana cara memberikan hak tersebut menurut saudara?
3. Bagaimana cara memberikan hak-hak untuk anak berkebutuhan khusus, seandainya di sekolah saudara terdapat anak berkebutuhan khusus?
Inisiasi 2
Tugas B :
1. Sebutkan model-model layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus!
2. Jelaskan kelebihan kekurangan dari masing-masing model layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang ada!
3. Jelaskan langkah-langkah implementasi pendidikan inklusi di sekolah.
4. Menurut saudara, mungkinkah pendidikan inklusi ini diterapkan di sekolah saudara? Apa alasannya!
5. Jelaskan kelebihan kekurangan dari masing-masing model layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang ada!
6. Kunjungi salah satu sekolah luar biasa yang ada di sekitar saudara, lalu buatlah analisis. Menurut saudara, SLB yang saudara kunjungi tersebut menerapkan model layanan pendidikan ABK yang mana? Buatlah laporan secara tertulis!
7. Mungkinkah pendidikan inklusi ini diterapkan di sekolah saudara? Jelaskan langkah-langkah implementasinya! Apa faktor pendukung dan penghambatnya!
Tugas kirim ke e-mail yang sudah ada, selamat mengerjakan Kerjakan sesuai dengan bahasa Anda masing-masing, dan kirimkan ke e-mail : ridhosar@gmail.com paling lambat 6 November 2008, selamat mengerjakan
Inisiasi 3
Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Tugas Tutorial On Line Ketiga.
A. Perintah: Kerjakan secara sunguh-sungguh, dan segera kirimkan kepada kami.
Apabila anda telah selesai mengerjakan tugas ini. Ingat tugas ini untuk mengukur tingkat kemampuan pemahaman Anda, oleh karena itu kejujuran akademik dalam mengerjakan menjadi tanggungjawab Anda. Selamat mengerjakan, semoga sukses!
B. Tugas:
1. Di kelas A di suatu sekolah dasar, terdapat seorang siswa yang tergolong anak berkebutuhan khusus, sebut saja Badu. Setiap ada tugas dari guru, Badu selalu saja tertinggal dalam penyelesaian tugas. Menurut Anda, termasuk anak berkebutuhan khusus jenis apakah dia? Analisislah berdasarkan karakteristiknya!
2. Amatilah secara lebih teliti, siswa-siswa yang ada di salah satu sekolah dasar yang ada di sekitar Anda. Buatlah laporan, apakah diantara siswa tersebut ada yang tergolong berkebutuhan khusus? Analisislah berdasarkan karakteristiknya!
Inisiasi 4
Prinsip Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tugas Tutorial On Line Keempat
A. Perintah: Kerjakan secara sunguh-sungguh, dan segera kirimkan kepada kami, apabila saudara telah selesai mengerjakan tugas ini. Ingat tugas ini untuk mengukur tingkat kemampuan pemahaman Saudara, oleh karena itu kejujuran akademik dalam mengerjakan menjadi tanggungjawab Saudara. Selamat mengerjakan, semoga sukses!
B. Tugas:
1. Dalam satu kelas di suatu sekolah dasar penyelenggara inklusi, terdapat tiga orang siswa yang tergolong anak berkebutuhan khusus (satu orang tunanetra dan dua orang tunarungu). Jelaskan prinsip-prinsip layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tersebut agar semuanya mendapatkan layanan pendidikan yang optimal!
2. Kunjungi salah satu sekolah penyelenggara pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus! Analisislah implementasi prinsip-prinsip layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tersebut. Buatlah laporan secara tertulis!
Inisiasi 5
Pemberian Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Saudara mahasiswa yang berbahagia, selamat berjumpa dalam kegiatan tutorial online untuk mata kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan kode matakuliah (....). Dalam tutorial online kali ini, Anda akan dipandu oleh tutor Anda, Hermanto SP. Pada pertemuan kelima ini, kita akan mendiskusikan materi-materi yang ada pada Bahan Ajar Cetak (BAC) Unit Keenam. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam unit keenam BAC tersebut berisi tentang layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar yang terdiri atas tiga subunit materi. Subunit pertama dan kedua yaitu identifikasi dan asesmen telah kita bahas dalam pertemuan residensial terdahulu. Untuk itu dalam kegiatan tutorial online kelima ini materi yang kita bicarakan adalah subunit ketiga atau pemberian layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, kompetensi yang diharapkan dari kegiatan tutorial kelima ini Anda diharapkan mampu:
1. Melakukan identifikasi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
2. Melakukan pengembangan program pendidikan anak berkebutuhan khusus.
3. Melaksanakan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
4. Melakukan evaluasi pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Identifikasi Kebutuhan Pendidikan
Saudara mahasiswa, sebagaimana materi yang sudah kita kaji pada subunit 1 dan 2 terdahulu tentang identifikasi dan asesmen, maka tahap selanjutnya dalam totorial online ini, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan pendidikannya. Dengan kata lain identifikasi kebutuhan pendidikan merupakan tindak lanjut dari tahap identifikasi dan asesmen. Identifikasi kebutuhan pendidikan ini dapat dilakukan dengan teknik observasi dan tes. Adapun untuk mengetahui latar belakang yang sesungguhnya tentunya sudah diperoleh pada saat identifikasi dan asesmen. Sumber informasi dalam melakukan identifikasi dan asesmen tersebut dapat diperoleh dari orang tuanya, guru, psikolog, maupun dari medis.
Pengembangan Program
Saudara mahasiswa, tahap selanjutnya apabila kita telah mengetahui kemampuan anak berkebutuhan khusus yang akan kita tangani, maka kita harus melakukan
Inisiasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 1
pengembangan program. Pengembangan program untuk anak berkebutuhan khusus ini sangat dikenal dengan istilah Individualized Educational Program (IEP) atau program pembelajaran individual (PPI). Program ini didasarkan atas kemampuan saat ini, program jangka pendek dan program jangka panjang. Hal penting yang harus dilakukan oleh guru, bahwa pengembangan program tersebut harus mendapat persetujuan dari orangtua siswa. Menurut Hallahan (1991) bahwa pengembangan program harus mengikuti beberapa ketentuan seperti 1) tingkat kemampuan siswa saat ini, 2) tujuan tahunan untuk tiap siswa, 3) hubungan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, 4) hubungan antara pendidikan khusus dengan pelayanan yang diberikan, 5) rencana untuk memulai pelayanan, dan 6) prosedur evaluasi.
Pelaksanaan dan Evaluasi
Mahasiswa yang berbahagia, sungguh merupakan suatu keniscayaan apabila program yang telah dibuat tanpa adanya pelaksanaan dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu, menjadi penting program yang telah dibuat dan telah didasarkan pada kemampuan ABK yang bersangkutan untuk segera dilaksanakan. Agar pelaksanaan menjadi lebih berhasil maka perlu mempersiapkan beberapa hal yaitu: 1) mencermati tujuan dan sasaran program, 2) materi dan lembar kegiatan, 3) fasilitas dan sumber belajar, 4) kalender pembelajaran, dan 5) sebelum pelaksanaan perlu adanya rapat koordinasi sesama tim yang akan menangani. Tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi. Evaluasi ini dapat dilakukan secara periodik maupun evaluasi proses. Evaluasi tersebut dengan cara melihat hasil kerja, portofolio, dan sebagainya.
Saudara mahasiswa, selanjutnya silahkan Anda baca modul yang terkait dengan materi ini atau buku-buku yang relevan, kemudian kerjakan soal-soal berikut:
1. Bagaimana cara melakukan identifikasi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus?
2. Bagaimana cara melakukan pengembangan program pendidikan anak berkebutuhan khusus.
3. Bagaimana tahapan melaksanakan proses pendidikan anak berkebutuhan khusus.
4. Jelaskan cara mengevaluasi pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Selanjutnya, untuk mengetahui benar atau tidaknya jawaban Anda silahkan kirim kembali jawaban tersebut melalui e-mail: abkpjjpgsd@yahoogroups.com. atau melalui faks ke nomor (0274) 540611. Saudara mahasiswa, jika ada sesuatu materi yang belum atau kurang jelas dan ingin Anda tanyakan, gunakanlah sarana di atas untuk menyampaikan permasalahan Anda tersebut. Sekali lagi jangan ragu-ragu,
2 Inisiasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
bila Anda mengalami hambatan atau permasalahan dengan materi tutorial ini. Silahkan hubungi kami, tentu akan kami bantu menemukan solusi.
Harus Anda sadari bahwa materi ini merupakan kelanjutan dari pemahaman kita tentang identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus (ABK) dan sangat penting Anda kuasai karena merupakan dasar untuk mempelajari materi yang terdapat pada bahan ajar cetak (BAC) selanjutnya, terutama dalam memberikan layanan pendidikannya. Tiada sia-sia bagi yang berusaha. Selamat Belajar dan Semoga Sukses!
Rubrik Dalam Tutorial On Line Kelima
Pemberian Layanan Pendidikan
TINGKAT PENILAIAN DAN BOBOT
KURANG
CUKUP
BAIK
KRITERIA
1- 5,9
6 – 8,4
8,5 - 10
Melakukan identifikasi kebutuhan pendidikan
Identifikasi yang dilakukan masih salah
Mampu mengidentifikasi kebutuhan pendidikan namun belum lengkap
Melakukan identifikasi kebutuhan pendidikan secara sempurna dan benar
Pengembangan program pendidikan
Belum mampu membuat PPI yg sesuai dgn kondisi siswa
Mampu membuat PPI namun blm lengkap
Mampu membuat PPI dengan tepat
Melaksanakan proses pendidikan
Diskripsi yg dibuat tidak jelas
Mampu membuat deskripsi pelaksanaan pendidikan namun blm sesuai
Mampu membuat deskripsi pelaksanaan pendidikan dgn baik
Cara mengevaluasi pendidikan
Evaluasi yg dibuat tidak lengkap
Evaluasi yg dibuat mencakup beberapa aspek namun blm lengkap
Mampu mengevaluasi dgn baik dan lengkap
Inisiasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 3
Menentukan Bobot (Value) Dari Masing-Masing Kriteria
TINGKAT PENILAIAN DAN BOBOT
KRITERIA
KURANG
CUKUP
BAIK
Melakukan identifikasi kebutuhan pendidikan
1
1,6
2
Pengembangan program pendidikan
2
3
3,8
Melaksanakan proses pendidikan
2
2,3
2,5
Cara mengevaluasi pendidikan
0,9
1,5
1,7
TOTAL SKOR
1- 5,9
6 – 8,4
8,5 - 10
Catatan: Seorang mahasiswa akan mendapatkan nilai tertinggi 10 (maksimal) apabila mahasiswa tersebut mampu mengerjakan tugas secara maksimal dari keseluruhan kriteria yang ada.
Tugas Tutorial On Line Kelima
A. Perintah:
Kerjakan secara sunguh-sungguh, dan segera kirimkan kepada kami, apabila anda telah selesai mengerjakan tugas ini. Ingat tugas ini untuk mengukur tingkat kemampuan pemahaman Anda, oleh karena itu kejujuran akademik dalam mengerjakan menjadi tanggungjawab Anda. Selamat mengerjakan, semoga sukses!
B. Tugas:
Lakukan identifikasi dan asesmen dengan sungguh-sungguh terhadap siswa-siswa yang ada di sekolah saudara. Adalah diantara mereka yang termasuk anak berkebutuhan khusus? Lalu lakukan: a) Identifikasi kebutuhan pendidikannya. b) Buatlah program pembelajaran individual untuk mereka. c) Buatlah rancangan evaluasinya.
4 Inisiasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Dikirim Ke Ridhosar@gmail.com, paling lambat tanggal 10 Desember 2008
{Selvy}
INISIASI 3 HAM
Jumat, 2008 Oktober 17
INISIASI 3 MATAKULIAH HAM
Yth mahasiswa P08S3 berikut saya posting Inisiasi 3 HAM
Mohon dicermati dan dikerjakan tugasnya!
dari P. mawardi
Inisiasi 3
SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN
HAK AZASI MANUSIA
Saudara mahasiswa yang saya hormati. Salam sejahtera dan selamat bertemu
lagi dalam kegiatan tutorial online ketiga mata kuliah Pendidikan Hak Azasi
Manusia. Pada kegiatan tutorial kali ini akan diketengahkan tentang sejarah
perkembangan pemikiran HAM, yang dimulai sejak jaman kuno hingga modern.
Esensinya, bahwa kesadaran terhadap HAM tidak dapat dilepaskan dari
perkembangan pemikiran manusia, dan kesadaran terhadap hak-haknya sebagai
manusia dimulai ketika manusia berhubungan dengan manusia lainnya. Demikian
juga masalah-masalah yang dihadapi manusia, mulanya masih bersifat sederhana dan
belum kompleks, sehingga tantangan dan jawabannyapun juga sederhana dan tidak
ruwet seperti sekarang. Seiring dengan perkembangan kehidupan masyarakat dan
kebudayaan, maka pemikiran manusia berkembang semakin kompleks. Atas dasar
itulah kompetensi yang diharapkan setelah anda menyelesaikan rangkaian kegiatan
tutorial 3 yaitu: (1) menjelaskan perkembangan pemikiran HAM abad kuno, (2)
menganalisis perkembangan pemikiran HAM abad pertengahan, (3) menganalisis
sejarah pemikiran HAM abad modern. Adapun materi yang akan dibahas dalam
kegiatan tutorial on line kali ini meliputi: pemikiran HAM abad kuno, pemikiran
HAM abad pertengahan, pemikiran HAM abad modern.
Pemikiran HAM pada Abad Kuno
Saudara mahasiswa yang saya hormati. Pemikiran tentang HAM pada abad
kuno sebenarnya sudah ada, meskipun belum secara eksplisit. Pada waktu itu,
pemikiran rasional diarahkan pada penyelesaian masalah kehidupan yang dihadapi
masyarakat. Salah satu aspek kehidupan yang dirasakan langsung oleh masyarakat
adalah masalah keadilan. Pemikiran manusia tentang keadilan lahir ketika ia
memikirkan jati dirinya. Pemikiran semacam ini pada awal abad 5 sebelum masehi
disebut sebagai pemikiran sofistik.
Pemikir besar pada abad kuno dimulai ketika Socrates (470-399 S.M.)
berbicara tentang hakikat manusia. Menurutnya hakikat manusia itu terletak pada
kebaikannya. Ia mengajarkan tentang kebenaran dan kebaikan kepada generasi muda
di Athena dengan maeuitika (kebidanan). Melalui metode ini Socrates ingin
membantu membidani generasi muda lahir dari pengaruh buruk sehingga jiwanya
menemukan “yang benar” dan “yang baik”. Pemikirannya sangat membahayakan
kekuasaan sehingga ia dihukum mati dengan minum racun. Pemikiran Socrates ini
dilanjutkan oleh muridnya bernama Plato (427-327 SM), meskpun dengan pemikiran
sedikit berbeda.
Menurut Plato, masyarakat polis (masyarakat kota di Athena dulu)
terstruktur: (a) lapisan paling rendah yaitu masyarakat tukang atau pekerja, (b) lapisan
kedua yaitu masyarakat penjaga seperti tentara dan prajurit, (c) lapisan tertinggi yaitu
para pemimpin, mereka ini adalah orang yang tahu tentang realitas kehidupan seperti
para filsuf. Hak dan kewajiban setiap lapisan masyarakat ini berbeda sesuai dengan
fungsinya.
Pemikiran manusia tentang keadilan semakin jelas ketika Aristoteles (384-
322 SM) menyebut manusia sebagai Zoon Politicon, yaitu manusia sebagai makhluk
individu dan sekaligus sebagai makhluk sosial. Hubungan individu dengan orang lain
akan menimbulkan hak dan kewajiban. Problem hak dan kewajiban itu menumbuhkan
pemikiran tentang keadilan. Suatu perbuatan dikatakan adil manakala seseorang
memberikan sesuatu yang seharusnya menjadi hak orang lain. Dengan kata lain adil
itu merupakan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Bagi Aristoteles keadilan itu
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu keadilan komutatif, distributif, dan keadilan
legal. Keadilan kemutatif diberikan seseorang kepada orang lain, keadilan distributif
adalah keadilan yang diberikan negara kepada rakyat, dan keadilan legal adalah
keadilan yang diberikan hukum kepada sesorang.
Pemikiran HAM pada Abad Pertengahan
Saudara mahasiswa yang saya hormati. Pemikiran HAM abad pertengahan
diwarnai dengan theologi. Seluruh kehidupan manusia, termasuk pemikiran semua
diarahkan untuk mendukung theologi. Tidak ada kebebasan berpikir dalam
mempelajaran sesuatu di luar theologi. Termasuk di dalamnya ajaran HAM,
seluruhnya juga bercorak theologis. Bahkan, dapat dikatakan tidak ada HAM kecuali
theologi. Abad pertengahan sering disebut abad kegelapan bagi masyarakat Barat di
Eropa. Filsafat theologi diajarkan dan dikembangkan oleh pemuka agama baik di
gereja (Patristik) maupun di sekolah (Skolastik).
Pemikiran Thomas Aquinas (1225-1274) tentang manusia. Pertama,
manusia sebagai bagian alam yang yang tidak hanya berinteraksi dengan sesamanya
tetapi juga selalu bergantung dan membutuhkan alam baik tumbuhan, hewan, tanah,
air, udara, aneka mineral dan tambang, dan lain sebagainya. Kedua, manusia
bertindak sesuai dengan inteligensinya karea ia sebagai makhluk berpikir. Ketiga,
manusia mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat sebagai makhluk ciptaan
Tuhan (Ismatullah dan Gatara, 2007) Menurut Thomas Aquinas, manusia memiliki
hak asasi semata-mata sebagai anugerah Tuhan bukan hasil pemikirannya. Hak asasi
tersebut diabdikan kepada Tuhan sehingga ketika manusia berinteraksi dengan yang
lain semata-mata sebagai pengabdian kepadaNya. Manusia memiliki kebebasan di
bawah kebebasan Tuhan, artinya kebebasannya itu tidak boleh melanggar aturan-
aturan yang ditetapkan oleh Tuhan. Pelanggaran atas aturan Tuhan itu dikenai sanksi
hukuman oleh Tuhan melalui gereja. Kekuasaan gereja sangat kuat sehingga
kebebasan manusia sebatas dibolehkan gereja pada waktu itu.
Pemikiran HAM pada Abad Modern
Saudara mahasiswa yang saya hormati Pemikiran HAM pada abad modern
dimulai awal pada abad XI, yang ditandai dengan beberapa hal. Pertama, terjadi
perubahan besar pada paradigma berpikir manusia. Penyelesaian masalah kehidupan
dengan kekuatan akal atau rasio. Gerakan untuk kembali pada kekuatan berpikir
sebagaimana pada kebudayaan Yunani disebut sebagai Renaissance yang berarti
kelahiran kembali (Hadiwijono, 1988). Kedua, munculnya aliran humanisme yang
mengajarkan kebebasan manusia dengan kekuatan berpikirnya. Ketiga, penggunaan
observasi dan eksperimentasi untuk penyelidikan ilmiah. Akibatnya muncul banyak
temuan ilmiah dan spesialisasi ilmu pengetahuan. Keempat, lahirnya paham
individualisme., yaitu paham yang mengajarkan hakikatnya manusia sebagai individu
memiliki hak dan kebebasan dalam segala bidang. Kelima, adanya aufklarung
(Immanuel Kant) yang mengajarkan bahwa kekuatan berpikir rasional menjadi satusatunya
modal untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan.
Saudara mahasiswa yang saya hormati. Berikut ini contoh perkembangan
HAM yang ada dibeberapa negara, antara lain:
1. Perkembangan HAM di Inggris
Pemikiran HAM di Inggris lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran empirisme.
dari Francis Bacon pada abad XVII. Menurut empirisme, pengetahuan itu hanya dapat
dibentuk melalui pengalaman sebagi sumbernya. Thomas Hobbes (1588-1679)
mengajarkan bahwa semua manusia itu memiliki sifat yang sama. Manusia dipandang
sebagai homo homini lupus yaitu naluri manusia itu bagaikan serigala untuk selalu
ingin mempertahankan dirinya sendiri, bersaing, dan saling menerkam sesamanya.
Konflik dan pertikaian akan muncul manakala manusia mengikuti nalurinya. Menurut
John Locke (1632-1704) supaya negara tidak sewenang-wenang, maka
kekuasaannya dipisahkan menjadi: (a) legislatif yaitu kekuasaan membuat undangundang,
(b) eksekutif yaitu kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan negara, (c)
federatif yaitu kekuasaan untuk menentukan perang dan damai. Ketiga kekuasaan
tersebut tidak boleh mencampuri satu dengan lainnya.
Pemikiran Locke kemudian dilanjutkan oleh J.J. Rousseau yang memandang
manusia itu sebagai makhluk alamiah. Dalam keadaan alamiah itu manusia memiliki
kebebasan, hak hidup, dan hak milik. Pemikiran beberapa tokoh tersebut di atas,
memberikan inspirasi untuk memperjuangkan HAM di Inggris. Menurut Magna
Charta (Al Hakim, 2002) membatasi kekuasaan Raja. Pada tahun 1629 masyarakat
mengajukan Petition of Right (petisi hak asasi manusia) yang berisi tentang pajak
yang dipungut kerajaan harus mendapat persetujuan parlemen Inggris. Pada tahun
1679 dibuatlah suatu ketentuan di dalam Habeas Corpus Act yang menyatakan
bahwa penangkapan terhadap seseorang hanya dapat dilakukan apabila disertai
dengan surat-surat yang lengkap dan sah. Ketentuan ini disusul aturan baru yaitu
pada tahun 1689 dibuat Bill of Right yang menyatakan bahwa pemungutan pajak
harus mendapat persetujuan parlemen dan parlemen dapat mengubah keputusan Raja.
Berbagai ketentuan HAM dan hukum tersebut bertujuan untuk membatasi kekuasaan
Raja agar tidak sewenang-wenang dan melindungi warga negara sebagai manusia.
2. Perkembangan HAM di Amerika
Bangsa Amerika berasal dari kaum imigran berbagai negara Eropa, Asia,
Afrika, dan Australia. Kaum imigran tersebut semula berpikir secara sempit untuk
kepentingannya sendiri. Mereka mempunyai kebiasaan dan pengalaman sendiri yang
dibawa dari negaranya. Keanekaragaman bangsa Amerika tersebut sebagai potensi
negara harus diterima dan diberdayakan demi kejayaan Amerika. Ketika Amerika
masih di bawah pemerintahan kolonial Inggris, masyarakat diperlakukan secara tidak
adil.
Pada tahun 1776 bangsa Amerika menyatakan kemerdekaan dari
pemerintahan kerajaan Inggris melalui Declaration of Independence. Rakyat Amerika
yang bersifat heterogen itu harus dapat hidup berdampingan secara damai. Hak-hak
asasi masyarakat harus dijamin dan dilindungi tanpa pengecualian. Simbol HAM dan
demokrasi itu diujudkan dengan patung liberty. Ketika sedang berkecamuk perang
dunia ke II, Presiden Franklin Delano Roosvelt dihadapan konggres Amerika (1941)
menyatakan ada empat kemerdekaan yaitu: (a) freedom of speech (kebebasan
berbicara dan berpendapat), (b) freedom of Religon ( kebebasan beragama), (c)
freedom from fear (bebas dari rasa takut) dan (d) freedom from want (bebas dari
kemiskinan).
3. Perkembangan HAM di Perancis
Pemikiran yang berkembang di Perancis lebih banyak bercorak rasionalisme,
artinya rasio dijadikan sumber dan ukuran untuk menentukan kebenaran. Rene
Descates mengatakan cogito ergo sum, artinya aku berpikir maka aku ada.
Keberadaanku ditentukan oleh cara berpikirku. Menurutnya hak asasi manusia
terletak pada kebebasan untuk berpikir dan berkehendak. Rasionalisme tumbuh subur
di Perancis dan dikembangkan lebih lanjut oleh Auguste Comte melalui tiga tahap:
Pertama, tahap theologis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kepercayaan
pada kekuatan adi kodrati. Kedua, tahap metafisis dimana kehidupan masyarakat
ditentukan oleh kekuatan berpikir rasional. Ketiga, tahap positif dimana kehidupan
masyarakat ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perjuangan bangsa Perancis dalam mewujudkan HAM ditandai dengan
dirobohkannya penjara Bastille, seraya mengumadangkan semboyan liberty
(kemerdekaan) equality (persamaan), dan egality (persaudaraan). Revolusi Perancis
(1789) dimulai dengan dideklarasikan Declaration des droits de`lHomme et du
Citoyen (deklarasi tentang hak asasi manusia dan penduduk). Deklarasi tersebut berisi
pernyataan bahwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan bebas dan mempunyai
kedudukan yang sama.
4. Perkembangan HAM Afrika Selatan
Pelaksanaan HAM di Afrika Selatan sangat cepat sejak politik apparthide
dihapus dan pemerintahan dipegang oleh Nelson Mandela. Presiden kulit hitam
pertama yang pernah dipenjara selama 25 tahun ini menjadi simbol keberhasilan
perjuangan HAM di Afrika Selatan. Politik apparthide yang sangat diskriminatif
digantikan dengan kebebasan, keadilan, kesetaraan menjadi titik tolak kehidupan
HAM semakin baik. Warga kulit putih yang hanya 5 juta tidak lagi mendominasi
kehidupan berbangsa pendudukan 60 juta lebih yang berwarna kulit hitam.
5. Perkembangan HAM di Malaysia
Negara Malaysia memiliki dasar negara yang mirip dengan Indonesia.
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Malaysia didasarkan lima prinsip dasar yang
disebut dengan Rukun Negara. Kelima prinsip tersebut diintegrasikan ke dalam
seluruh ke berbagai bidang kehidupan. Berdasarkan rukun negara tersebut dapat
diketahui bahwa HAM di Malaysia sudah diletakkan ke dalam dasar negaranya.
HAM tersebut adalah hak berdemokrasi, kebebasan, keadilan, hak kelangsungan
hidup kebudayaan tradisional, menghormati keanekaragaman, hak untuk, hak untuk
menggunakan manfaat sains dan teknologi.
Pendidikan HAM untuk SD di Malaysia dilaksanakan secara terpadu.
Keterpaduan tersebut berupa pendidikan nilai yang berkaitan dengan diri, keluarga,
masyaraakat dan negara. Kemajuan ekonomi yang sangat pesat, menarik minat warga
negara asing untuk datang bekerja ke Malaysia. Dampak negatif dari tenaga kerja
asing tersebut juga meningkatkan angka kriminalitas, karena budaya yang dibawa
oleh para tenaga kerja asing dari negaranya berbeda-beda. Interaksi budaya yang
berbeda tidak sedikit menimbilkan pertentangan dan bahkan konflik kekerasan.
Dari kasus tenaga kerja tersebut dapat diketahui bahwa problem HAM itu
akan berhubungan dengan pergaulan antar bangsa. Pendidikan HAM yang
memberikan bekal pada warga negara akan bertemu dengan HAM yang dianut oleh
negara lain. Pergaulan internasional yang terbuka dalam pelanggaran HAM akan
melahirkan kebijakan negara untuk melakukan proteksi pada warga negaranya sendiri
demi kepentingan nasional (selengkapnya dapat dibaca pada buku modul unit 3).***
Tugas TO 3
Belakangan ini banyak kasus menimpa para TKW di luar negeri. Cobalah ambil dua contoh kasus, kemudian berikan analisis anda terhadap kasus tersebut dikaitkan dengan implementasi HAM!
Catatan : 1. Batas waktu pengiriman tugas TO 3 : tanggal 8 Nopember 2008
2. Kirim ke e-mail : mawardiu@gmail.com
{Selvy}
Rabu, 29 Oktober 2008
Sapa tuch.?
Ngapain Nila,,? Mangga yang kemaren masih kurang? Masa punya tetangga mau di ambil juga' , mau ga pake spatu yg lbh tggi lg biar ga usah lompat..lompat. He..he (^_^)
baca selengkapnya......Senin, 13 Oktober 2008
INISIASI Bahasa Inggris P08S3
dari Pak Stefanus.
Sebelumnya saya sampaikan Selamat Idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin. Maaf juga bilamana saya baru mengirimkan inisiasinya sekarang.
Berikut ini Saya informasikan bahwa Inisiasi mata kuliah Bahasa Inggris dapat diakses dan di download lewat web berikut ini:
http://www.geocities.com/stevio_christian/eng
Balasan TO yang sy berikan harap di sampaikan ke e-mail saya:
stevio_christian@yahoo.co.id
dan dikirimkan sebelum tanggal berikut ini:
TO 1 : 21 Oktober 2008
TO 2 : 28 Oktober 2008
TO 3 : 31 Oktober 2008
TO 4 : 11 November 2008
TO 5 : 25 November 2008
Semua file dikirim dengan nama file mengikuti format berikut
TO [ke Berapa] ENG P08S3 Nama Nim
cth: TO 1 ENG P08S3 Sukardi 282008001
Demikian informasinya. Selamat mengerjakan & tetap semangat!!!
Sincerely,
Mr. Steve